Contents
  1. Masa aktif akun hosting gratis hampir habis.
  2. #planetebook medias
  3. Disqus - (FORBIDDEN) Download Bilangan Fu (Ebook) pdf free
  4. #planetebook medias

Editorial Reviews. Review. In Bahasa Indonesia or English, Saman [is] an addictive, powerful Kindle Store · Kindle eBooks · Literature & Fiction .. In this slowly starting and loosely constructed novel, the key theme is freedom: the collective. Ayu Utami Saman Ebook Download. Saman Books by Ayu Utami. Saman is a story filtered through the lives of its feisty female protagonists and the enigmatic “hero” Saman. It is at once an exposé of.

Author:DANI EMRICK
Language:English, Spanish, French
Country:Equatorial Guinea
Genre:Technology
Pages:655
Published (Last):17.12.2015
ISBN:842-4-53866-327-8
Distribution:Free* [*Registration needed]
Uploaded by: MARIANELA

68220 downloads 164199 Views 12.66MB ePub Size Report


Ebook Novel Ayu Utami

Saman eBook: Ayu Utami, Pamela Allen: saicumspecsacont.tk: Kindle Store. In this slowly starting and loosely constructed novel, the key theme is freedom: the. ebook novel ayu utami. Quote. Postby Just» Tue Aug 28, am. Looking for ebook novel ayu utami. Will be grateful for any help! Top. Kia D4cb Manual Individuo Cultura Y Sociedad Nilda Lopez Cruz Download Free Ebooks About Individuo. Cultura Y Sociedad Nilda Lopez Cruz Or R Isaiahs .

HathiTrust Digital Library, Limited view search only. Please choose whether or not you want other users to be able to see on your profile that this library is a favorite of yours. Finding libraries that hold this item You may have already requested this item. Please select Ok if you would like to proceed with this request anyway. WorldCat is the world's largest library catalog, helping you find library materials online. Don't have an account? Your Web browser is not enabled for JavaScript. Some features of WorldCat will not be available. Create lists, bibliographies and reviews: Search WorldCat Find items in libraries near you. Advanced Search Find a Library.

Namun apa yang membuat Wis bertahan adalah kesedihan hatinya melihat Upi ketika ia kembali ke rumah masa kecilnya. Upi digambarkan adalah seorang gadis remaja yang memiliki gangguan jiwa sampai pada taraf mengganggu dan meresahkan. Masyarakat disana tidak tahu bagaimana merawat atau mendampingi Upi. Yang mereka lakukan adalah memasung dan memasukkan Upi ke sebuah ruangan yang dilihat Wis seperti kandang burung.

Di bagian dunia yang lain, Shakun Tala meninggalkan Indonesia karena menerima beasiswa. Ia seorang penari. Dalam novel ini ia bercerita dari sudut pandangnya sebagai seorang anak dari ayah yang ia benci, seorang sahabat bagi tiga orang.

Ia meninggalkan apa yang orang bilang itu norma. Baginya, hidup dengan pilihannya sekarang adalah hidup atas kebebasan, yang ia pertanggungjawabkan sendiri. Ia muak dengan segala kemapanan dan aturan yang mengatakan bahwa wanita harus menjaga diri sebelum menikah, dan sebagainya. Dan baginya adalah suatu hal aneh ketika menyaksikan temannya Laila begitu tergila-gilanya dengan Sihar yang telah beristri. Ia menyediakan tempat bagi ketiga sahabatnya untuk menemani Laila yang akan bertemu Sihar di New York, karena di Jakarta tidaklah bisa.

Ia menggunakan nama Saman untuk menghilangkan jejak dari kejaran aparat. Apa yang dilakukan di Prabumulih membuat gerah pengusaha dan aparat. Ia dicari dan pernah disekap oleh intelijen. Hal itu tidak membuatnya trauma, malah ia meminta kepada paroki agar ia "dibela" namun sepertinya gereja juga tidak mau mengikutkan dirinya pada pilihan Wis, dan Wis menempuh jalannya sendiri.

Ia keluar dari kepastoran, dan menjadi aktivis hak asasi manusia. Ia beralih nama menjadi Saman, dan ia pun berkenalan dengan Yasmin Moningka. Wis pernah menjadi pembimbing rohani mereka berempat ketika mereka masih SMP. Apa yang terjadi diantara Saman dan Yasmin sesungguhnya adalah realita yang dibungkus dalam cerita novel. Ada banyak keraguan menenai konsep-konsep hidup. Misalnya, bagaimana persepsi Hawa ketika disalahkan karena menggoda Adam? Apa pandangan patriarki ketika melihat suatu "imajinasi" yang terlalu liar?

Agar pemahaman topik ini bisa utuh, memang lebih baik dilanjutkan dengan novel ayu utami selanjutnya. Novel pertamanya ini merebut perhatian pembaca dari dalam dan luar negeri.

Dari dalam negeri yaitu pemenang pertama dalam sayembara oleh Dewan Kesenian Jakarta, serta penghargaan The Prince Claus Prize di tahun dari negeri Belanda. Apa yang menjadi warna baru dalam dunia sastra Indonesia oleh karya Ayu Utami ini mendobrak ketabuan dalam norma penulisan, salah satunya adalah kata-kata seperti orgasme, masturbasi, organ kelamin, dan kondom disebutkan berkali-kali. Anak bungsu dari 5 bersaudara ini memilih menjadi penulis.

Ia juga sebelumnya berkarir di dunia jurnalistik sampai sekarang? Mungkin karena terlibat dalam dunia jurnalistik, bobot fakta yang ia tampilkan dalam novelnya ini lebih terasa tidak fiksi, seolah mendekati keadaan sebenarnya. Dari latar belakang ini saya bisa menyimpulkan bahwa penulis yang juga sekaligus jurnalis, memasukkan fakta-fakta yang tidak tersembunyi yang mereka temukan kepada pembaca, sekaligus memberitahu ada sesuatu hal yang serius dengan fakta itu.

Dan mereka punya pena untuk menuliskannya.

Masa aktif akun hosting gratis hampir habis.

Akhirnya, dengan kemampuan saya yang sangat terbatas, saya mengapresiasi karya ini, karena satu hal. Ayu Utami berani. View all 63 comments. Nov 04, John rated it liked it Shelves: The writing is evocative, even sensual at times, and despite some rough edges it manages to paint a very convincing and fairly tragic picture of poor rural Indonesian communities being exploited and killed under the nose of a numb, corrupt state.

Against this setting, Saman, a former priest, stands up for a small community being violently pressured to sign over their lands The story of an Indonesian activist told by a young female Javanese expat living in NYC and working for a human rights NGO.

Against this setting, Saman, a former priest, stands up for a small community being violently pressured to sign over their lands to a new palm oil plantation. He is then captured, imprisioned and tortured, and manages to escpae. Saman's moral, political and philosophical digressions make for engaging reading, as does his sexual "awakening" later on. Sex, actually, playes a larger role in this novel than I would have suspected, putting in pretty stark relief the intense sexual repression in Indonesian society, particularly the smaller and more rural ones.

Jul 15, Bronwyn Mauldin rated it it was amazing Shelves: Laila is the good girl who always falls for men she cannot have. Shakuntala the dancer who breaks her name in two for an American grant. Cok the bad girl exiled by her family. Yasmin the serious attorney trapped in a dull marriage. As these girls grow up and explore their sexual identities, the priest comes into his own, and with their help, is reborn.

The story unfolds in layers, spanning the globe from one former Dutch colony Indonesia to another New York , in only pages. We read the story through several points of view, and through narrative, letters and emails. View 1 comment. Sep 07, Iman Danial Hakim rated it liked it. Saya menamatkan novel ini pada pagi tadi. Novel ini bermula dengan kritikan sosial terhadap penguasa-kapitalis yang haloba.

Insiden letupan di pelantar minyak milik syarikat Texcoil Indonesia membuka tirai cerita. Ayu menggarap perihal keangkuhan kapitalis yang mahu membungkam mulut keluarga mangsa letupan dengan pelbagai teknik kotor. Sebagai karya yang la Saya menamatkan novel ini pada pagi tadi. Sebagai karya yang lahir di tengah kemelut politik Reformasi Indonesia, pastinya Saman sarat dengan isu korupsi, kronisme dan nepotisme yang membarah di era Suharto.

Subplot pertarungan dua kelas antara pengusaha dan petani juga jelas menggambarkan pandangan kritikal Ayu Utami terhadap golongan pengusaha. Kita dapat merasai jerih perjuangan seorang paderi mempertahankan perkebunan getah masyarakat kampung menentang badai nafsu tamak konglomerat kelapa sawit.

Sedikit hal sensual dan seksual yang disentuh mungkin membuatkan sesetengah pembaca kurang senang. Ia sebuah naskhah dewasa mencakupi dimensi politik, sosial, agama dan iman - Saman menangkap carut-marut zamannya, sehingga karya ini terlihat berbaur antara suci dan keji.

Saya sudah terbiasa membaca perihal taboo ini di dalam karya-karya Jepun, justeru ia tidak menganggu penilaian secara jujur; jika mahu dibincangkan dari sudut moral. Saman melonjakkan nama Ayu Utami di mandala sastera Indonesia menjelang kejatuhan regim Suharto apabila novel itu dinobatkan sebagai pemenang Sayembara Roman Dewan Kesenian Jakarta pada Novel mantan wartawan Matra ini pernah menggegarkan dunia sastera Indonesia kerana kontroversi unsur seksual, selain menghantar mesej berunsur politik secara tajam dan isu agama lewat karya penulis muda itu.

Dua tahun selepas memenangi sayembara itu, Saman sekali lagi menarik perhatian dunia apabila dianugera Saman melonjakkan nama Ayu Utami di mandala sastera Indonesia menjelang kejatuhan regim Suharto apabila novel itu dinobatkan sebagai pemenang Sayembara Roman Dewan Kesenian Jakarta pada Dua tahun selepas memenangi sayembara itu, Saman sekali lagi menarik perhatian dunia apabila dianugerah Prince Claus Award dari Prince Claus Fund yang beribu pejabat di Den Haag, Belanda.

Novel ini bergerak dari insiden letupan tragik di pelantar minyak milik Texcoil Indonesia yang mengorbankan tiga jiwa, termasuk rakan Sihar, Hasyim Ali yang bekerja dengan Seismoclypse, akibat kedegilan dan keangkuhan Rosano. Tidak sukar menangkap kritikan politik seawal babak kedua apabila Sihar menjawab usul Laila yang mencadangkan kes itu dibawa ke muka pengadilan pada halaman Demi memastikan kematian Hasyim tidak ditelan Laut China Selatan selama- lamanya, Laila mempertemukan Sihar dengan Saman dan Yasmin; mengimbas kembali sejarah hidup Saman atau nama sebenarnya Athanasius Wisanggeni Wis.

Babak imbas kembali Saman ini banyak mendedahkan unsur politik, seksual dan agama yang menjadi tabu di Indonesia, sekali gus menjentik simpati pembaca kepada kejahatan Anugrah Lahan Makmur, pihak yang merampas tanah Perabumulih. Bagaimanapun, Saman berjaya menimbulkan kebencian pembaca terhadap antagonis terutama apabila kejahatan itu tidak mampu ditentang Wis dan penduduk kampung Perabumulih seperti yang dinyatakan pada halaman Status mereka kini buron.

Orang-orang yang membakar Upi, menggagahi istri Anson, merusak rumah kincir, mencabuti pohon-pohon karet muda, menjadi tidak relevan untuk dibicarakan hakim'. Saman boleh dianggap antara karya penulis muda yang menjadi rujukan latar belakang sejarah dan sosial yang berlaku pada akhir alaf lalu, terutama di Indonesia, dan diakui unsur seksualnya keterlaluan pasti mengganggu sesetengah pembaca. Temanya OK aja, gayanya masih gak papa, tapi tetap menyisakan pertanyaan buat saya: Kenapa harus dengan cara seperti itu mengungkapkannya?

Beberapa kawan yang banyak bilang cerita ini jorok, sayan bilang nggak. Vulgar iya. Nah ini Kenapa harus vulgar? Kalau cuma untuk menunjukkan bahwa perempuan juga boleh bicara blak-blakan tentang kehidupan seksualnya, masih ada cara yang lebih santun dan manis, bukan?

Menjadi santun bukan berarti takut bicara dan tidak tau apa-apa. Jelas sekali perbedaannya. Ap Temanya OK aja, gayanya masih gak papa, tapi tetap menyisakan pertanyaan buat saya: Apapun, buku Saman untuk saya masih tetap lebih baik dari beberapa buku sejenisnya, yang juga di tulis perempuan, yang juga mencoba "berani" menuliskan seksualitas kaumnya.

Lucu, ya Alur cerita yang lain, yang barnuansa kehidupan sosial barangkali politik jadi ketutup sama hal-hal genitnya. Serta-merta kawan saya ada yang pernah bilang: Sama aja kayak baca stencilan.

#planetebook medias

Ha ha ha View all 7 comments. Oct 14, Lasse rated it really liked it Recommends it for: The first book by an indonesian writer I have ever read. I have to admit that I'm still a bit puzzled about the meaning and the symbols in it, but as I kept thinking about it and read more about the reactions this book provoced, I realized that it's a very brave book.

Sexuality, religious conflicts, the effects the Transmigrasi policy in the 70s, friendship, love, everything is brought up here.

It is both, the story of the main characters of the book and their moving fates and a reflection about The first book by an indonesian writer I have ever read. It is both, the story of the main characters of the book and their moving fates and a reflection about Indonesia. I'll definately read it again later in my life because it still captivates me somehow, even though I can't exactly say why. One thing is for sure: It is an interesting story and the discussions this book unleashed make it worth reading.

Jul 30, nia pranatio rated it really liked it. Feminism Rocks Politics Sucks Love is something personal. Apr 07, Rara Rizal rated it it was ok. Read this as part of my book club assignment. I don't like the book enough to write a serious review.

Some notes though: Or the lack thereof. Sex life of a bordering-frigid virgin straight woman. I don't like it.

I think it's supposed to be 'sexually liberating' but personally it ended up being to Read this as part of my book club assignment. I think it's supposed to be 'sexually liberating' but personally it ended up being too vulgar in a bad and tacky way for me.

Witty ones always save the day. Even then I felt she was out of place. A turn off. Transition felt too sudden. I think it was meant to be a thrilling twist. Frankly it's just confusing. Bottomline, I should thank this book for making me think "Holy Shit.

There have got to be Indonesian works of literature that are better than this" thus begins my quest to redeem Indonesian literature. Someone please show me the way. Feb 12, Oktabri rated it really liked it. Sastra dari sudut pandang berbeda. Semula saya membaca buku ini untuk memenuhi tugas mata kuliah, tetapi buku ini membuat saya 'ketagihan' dan memohon-mohon pada kawan untuk meminjam kelanjutannya, Larung.

Buku ini tidak disarankan untuk dibaca oleh orang-orang yang malas berpikir dan munafik. Jul 17, mahatmanto rated it it was ok.

View all 6 comments. Jadi, saya masih dalam minggu UAS dan saya lagi kram mata alias butuh. Saya lagi bosan sama bacaan-bacaan barat kontemporer yang mengulang formula gitu-gitu saja dan ini membuat saya dikucilkan dari komunitas buku di Instagram. Katanya saya kurang gaul, ketuaan, dan lainnya. Lalu, saya keingat saja sama pengarang favorit saya, Ayu Utami dan ada dua buku masterpiece-nya lagi duduk-duduk di rak buku, masih belum "diperkosa" juga.

Oke, keren juga saya baca ini cuma semalaman hingga matahari terbit. Oke, jibber-jabber sucks, let's get started. Overall, saya suka buku ini. Saman benar-benar merefleksikan Indonesia hingga ke akar-akarnya , nggak seperti buku-buku lokal yang hanya menceritakan wajah Indonesia saja. Buku ini seperti cambuk untuk anak-anak jaman sekarang yang terlelap akan kecanggihan, sindir sana-sini hanya gara-gara nggak dapat bensin Nggak hanya masalah jaman reformasi yang aktivis dikejar-kejar hanya karena mengkritik sistem negara, masalah yang "tabu" di adat Indonesia juga dibicarakan terutama seksualitas , dan menyinggung wajah maskulin negara.

Walaupun saya suka baca bacaan Ayu Utami dan bikin saya terlempar buat politik sendiri ampun sama sistem ampun ampun kebanyakan sistem jadi mendem , ada satu hal yang bikin satu bintang rating mendem: Saya agak setuju sama Pramoedya Ananta Toer yang mengkritik bahasa Ayu punya integritas tinggi, terlalu "jurnalistik" lihat di sini.

Kadang-kadang bahasa Ayu, bagi saya, terlalu tinggi sampai-sampai bicara sama orang seumuran pakai "saya", "kau". Sekarang, coba deh. SMS teman ssitea: Saya tak bisa tidur.

Entah bagaimana tugas saya tak selesai-selesai Saya juga sering menemukan kata-kata yang terlalu ruwet, mbulet, terpatah-patah pun ada. Ya saya tahu ini sastra, kalau terlalu ruwet ya.. Dan satu hal lagi yang bikin saya agak capek baca karya Ayu Utami: Yah, sudah itu saja.

Lanjut baca Larung, deh. Sambil lanjut sindir-sindiran sistem negara di Twitter. Setelah membaca novel ini, saya menyadari bahwa issue tentang gender dan seksualitas dalam masyarakat Indonesia masih sangat tebal batas-batasnya. Kebudayaan patriarki mungkin adalah penyebab bagaimana gender menjadi masalah yang sepertinya "dibesar-besar"kan. Ini hanya pandangan pribadi, tapi saya melihat fungsi kelamin manusia sebenarnya sama saja, sebagai bentuk casing dan alat untuk melakukan penitrasi.

Esensi seorang manusia bukan terletak pada kelaminnya, tapi jiwa dan pikiran. Kita, sebagai manusia, rasanya perlu menempatkan diri pada persoalan yang lebih universal, karena baik laki-laki atau perempuan juga mempunyai status dan kemampuan melakukan pekerjaan yang sama. Dan jika kita mulai mengkotak-kotakan segala sesuatunya, maka hal itu menjadi sangat terbatas.

Tapi toh bagi masyarakat kapitalis, seksualitas adalah bentuk aset yang benar-benar menjual. Dalam novel ini saya begitu menyukai karakter Shakuntala, pemikiran dan sikapnya yang androgini, ajaib serta eksperimental, tapi tetap concern terhadap teman-temannya, terutama Laila Sep 17, Olin rated it really liked it.

Saya tidak tahu, kenapa banyak orang tidak suka sama Ayu Utami dan gaya penulisannya. Saya pikir tulisan Ayu bagus dan sangat memuaskan keingintahuan kita akan suatu gaya penulisan lain yang tidak standard non mainstream , tetapi juga membuka mata.

Kadang isu seksualitas dan posisi perempuan di masyarakat memang selalu menjadi hal yang sangat menimbulkan debat kusir. Tapi kenapa kita harus munafik? Di dunia ini seks memang selalu dianggap tabu, tetapi selalu dinanti dan membuat banyak orang ber Saya tidak tahu, kenapa banyak orang tidak suka sama Ayu Utami dan gaya penulisannya.

Di dunia ini seks memang selalu dianggap tabu, tetapi selalu dinanti dan membuat banyak orang berdebar termasuk orang2 yang merasa dirinya harus menegakkan nilai-nilai moral. Saya tidak mau membenarkan kebebasan berekspresi sebagai alasan utama. Tetapi saya pikir novel Ayu adalah satu try out atau uji coba untuk kita semua termasuk para pembesar untuk melihat kembali nilai seksualitas masyarakat kita.

Jangan berpikir bahwa perempuan tidak bisa bicara dan tidak bisa mengekspresikan seksualitasnya dalam masyarakat. Kalau laki-laki boleh, kenapa perempuan tidak? Banyak pertanyaan yang belum terjawab, dan dua bintang untuk buku ini bukan berarti buku ini jelek. Saya malah terkejut karena tahu-tahu buku ini sudah selesai. Saya menyukai gaya bahasa yang dibawakan dan hal-hal yang dibahas dalam buku ini, tapi sayang sekali plot yang di dalam buku ini nggak terlalu berhubungan.

Tidak mempunyai konflik utama yang menghubungkan keseluruhan karakter. Akan melanjutkan ke novel Larung. Sep 20, Ita rated it it was amazing. Salah satu buku favorit gue.. Unsur romantis, kekerasan, kekejaman, ketakutan kental terasa untuk gue saat baca buku ini.. Ada beberapa saat gue sampai ngeri untuk membalik halamannya..

Disqus - (FORBIDDEN) Download Bilangan Fu (Ebook) pdf free

Ceritanya juga gak umum.. Salut untuk Ayu Utami. Jan 12, Pravitasari rated it liked it Shelves: Adakah keindahan perlu dinamai? Yasmin, I am jealous. I come too fast. But I suppose if I were to get you pregnant, it would mean I am efficient — capable of getting a task done in a short time. Yasmin, Climax! Saman, orgasm through penile penetration is not the be-all and end-all.

I always have an orgasm when I think about you. I come because of everything you are. Yasmin, maybe our sexual intercourse should remain in our imagination. Virtual sex. Saman, you remember that night, that very night, when all I wanted was to caress your body and watch your face as you ejaculated.

I want to come to you. Yasmin, teach me. Rape me! I reread this novel so many times so it is such a sweet nostalgia for me.

Everything I write here is based on my opinion. Opinions related to sexuality from several prominent figures like Irigaray and Adrienne Rich are provided as they crossed my mind when I reread this novel. Thank you for writing this book, mbak Ayu Utami. I keep reading and rereading and rereading it for the reason that I do not know. Ah, I guess I will be forever in your debt.

#planetebook medias

Full review: Empat perempuan bersahabat sejak kecil. Shakuntala si pemberontak. Cok si binal. Dan Laila, si lugu yang sedang bimbang untuk menyerahkan keperawanannya pada lelaki beristri. Tapi diam-diam dua di antara sahabat itu menyimpan rasa kagum pada seorang pemuda dari masa silam: Saman, seorang aktivis yang menjadi buron dalam masa rezim militer Orde Baru.

Kepada Yasmin, atau Lailakah, Saman akhirnya jatuh cinta? Namun yang akan didapati ketika membaca Saman pada mulanya adalah kisah tentang Laila dan kisah cintanya dengan seorang pria berirstri bernama Sihar. Pertemuan keduanya bermula ketika Laila pergi ke Laut Cina Selatan untuk meliput aktivitas pertambangan di Texcoil tempat Sihar bekerja.

Namun saat dirinya berada di sana, sebuah peristiwa tidak menyenangkan terjadi, sebuah kecelakaan kerja akibat kesalahan SOP yang dilakukan oleh rekan kerja Sihar mengakibatkan teman Sihar yang lainnya meninggal dunia. Rupanya itu adalah peristiwa awal mula yang membuat hubungan keduanya menjadi dekat. Laila meredakan amarah Sihar dengan memberikan solusi tentang dampak kejadian itu. Laila memperkenalkan Sihar dengan seseorang bernama Saman yang merupakan aktivis lingkungan serta Yasmin, sahabatnya sejak kecil.

Setelahnya, hubungan terlarang kedua insan itu terajut, meskipun hubungan ini tidak melibatkan kontak fisik. Fakta bahwa Laila adalah seorang gadis lugu yang terjebak dalam cinta yang salah, membuat Sihar tidak tega untuk merenggut kesuciannya, selain juga bahwa dia tidak ingin berkhianat di belakang istrinya. Sahabat-sahabatnya merasa prihatin dengan kisah percintaan Laila karena selalu bertemu dan jatuh cinta dengan orang yang salah. Dulu Laila pernah jatuh cinta dengan seorang pria yang memutuskan hidupnya sebagai seorang pastor, dan orang itu adalah Saman.

Nama asli Saman adalah Athanius Wisanggeni. Saman memutuskan untuk menjadi seorang pastor dan mengabdi ke Perabumulih. Ada magnet tersendiri yang membuat Wisanggeni penasaran dengan tempat ini, sesuau yang berhubungan dengan ibunya dan kisah misterius tentang meninggalnya adik Saman sewaktu kecil. Dari tempat itulah kemudian ia berkenalan dengan seorang anak perempuan yang memiliki keterbelakangan mental bernama Upi. Atas dasar rasa kasihan dengan nasib gadis itulah yang menumbuhkan kepedulian lelaki itu terhadap keadaan masyarakat di sana.

Prahara timbul ketika pemerintah memaksa warga di Perabumulih untuk mengubah mata pencaharian warga yang semula berkebun karet menjadi kelapa sawit. Perlawanan warga membuat beberapa yang dicurigai sebagai otak di balik peristiwa itu ditahan, termasuk Wisanggeni. Saat ada kesempatan untuk melarikan diri, membuat Wisanggeni menjadi buronan yang paling dicari. Tuduhan demi tuduhan ditimpakan kepadanya, termasuk disangka pelaku kristenisasi memberatkan posisinya, hingga akhirnya dia harus mengubah identitasnya menjadi Saman, dan melarikan diri ke luar negeri.

Upaya melarikan Saman itu tidak lepas dari peran dua orang sahabat Laila, Shakunta dan Cok. Karena dua orang inilah yang membuat Saman berhasil keluar dari Indonesia. Shakunta sendiri adalah seorang gadis pemberontak sejak remaja, terutama kepada ayahnya. Sementara Cok adalah gadis yang binal, berulang kali gonta-ganti pacar.

Kehidupan keduanya di novel ini tidak terlalu dijabarkan seperti porsi cerita Laila Kisah Yasmin baru muncul di bagian akhir novel ini, dan memberikan twist yang tidak terduga. Yasmin seorang wanita yang menggeluti hukum. Ia menikah dan mempunyai keluarga harmonis. Namun pada satu kondisi, ternyata dia mencintai orang lain Keterlibatan keduanya pada permasalahan hak asas manusia membuat keduanya dekat dan merasakan jalinan cinta.

Untuk kisah selanjutnya Saya pun mengamini kalimat Ayu Utami yang menyampaikan slogan: Tidak mudah tentu saja, menyamarkan maksud terselubung hingga bahkan tak terendus kalau kena cekal tentu kita tidak dapat menikmati novel-novel sarat makna terselubung tersebut.

Nah oke balik lagi ke Saman. Sebagai pembaca awam--saya katakan awam karena, jujur, saya tidak tersadarkan ada maksud lain di balik isi cerita ini kalau tidak diingatkan oleh Ayu Utami pada bagian belakangnya.

Saya hanya menikmati suguhan cerita seperti biasa saja, barangkali memang pengaruh zaman yang Terlalu larut dalam kenyamanan barangkali, hingga memudarkan makna di balik niat mengeluarkan novel ini pada zamannya dulu. Nah, sebagai orang awam saya cukup menikmati novel ini meskipun ada bagian-bagian yang perlu dikritisi oleh saya saja sih.

Namun, dengan kekayaan imajinasi penulis dalam menggarap novelnya mulai dari menyinggung soal cinta, agama, kekuasaan, tercium nuansa pemberontakan, sampai seks, bahkan alam metafisika , membuat saya kagum.

Oct 21, Siti Bariroh Maulidyawati rated it it was amazing. Saru, porno, ga mutu, bahkan anti-Islam yang saya tak paham. Soalnya Saman itu Katolik. Padahal kalau kita lihat melampaui hal itu, banyak yang disampaikan oleh buku ini. Isu politik, rasial, feminisme, sexual abuse, sampai pelanggaran HAM.

Kalau ditanya kenapa musti memasukkan unsur roman bahkan seks? Well, bukankah seks itu fitrahnya manusia? Justru adanya unsur-unsur tersebut bagi saya malah semakin menggarisbawahi sisi kemanusiaannya. Pada a mungkin banyak yang menyebut buku ini vulgar ya?

Pada akhirnya, semuanya manusia. Bukan robot. Surat Yasmin tentang Adam dan Hawa Jangan dulu terburu nafsu maksudnya nafsu disini marah yaa , menurut saya itu hanya imajinasi penulis saja kok. Ini kan buku novel. Kecuali kalau konteksnya beda, maka silakan lakukan penelitian lebih lanjut. Tapi ini cuma fiksi kok. Yang dihayati, metafor-metafornya yang indah itu. Dec 07, Theo Karaeng rated it really liked it. Kok saya kurang suka ya pada si Saman..

Padahal, dia orangnya menarik.. Sep 21, Aliftya Amarilisyariningtyas rated it really liked it. Salib mereka bukan salibnya. Ia bukan perempuan sehingga tidak tau bagaimana terhinanya diperkosa.

You might also like: SINDROME PRADER WILLI EBOOK

Dan ia tak punya istri sehingga tak yakin bisa sungguh mengerti kemarahan lelaki itu. Dan yang kedua tentu karena blurb pada halaman belakang yang saya baca saat mengambilnya. Dan lagi-lagi, perpaduan nuansa seks, politik, serta agamalah yang kemudian membuat saya tertarik untuk melihat bagaimana framing yang dilakukan oleh Penulis.

Serta si Saman sendiri —tokoh sentral yang ada pada cerita ini, yang baik hati, religius, dan lebih mementingkan kepentingan bersama dibanding dirinya sendiri. Cerita dibuka dengan kisah dimana Laila dengan setianya menunggu Sihar —kekasihnya yang mana merupakan suami orang, datang menepati janji untuk bertemu dengannya di bawah langit New York. Kemudian berlanjut ke kisah Saman yang berlatarkan di Perabumulih.

Dan selanjutnya beralih pada kisah-kisah —kemarahan, Cok. Buku ini adalah kisah lanjutan novel Saman. Di penghujung masa Orde Baru. Saman telah tinggal Bilangan Fu by Ayu Utami - Goodreads ; Setelah vakum agak lama dalam menulis novel, ayu utami hadir lagi dengan membawa sebuah kisah berjudul bilangan fu. Novel ini berkisah dengan latar My Books - www. Novel petualangan: Seri Bilangan Fu: Manjali dan Cakrabirawa, Lalita, Maya, dst. Cerita ringan: Si Parasit Lajang, The Question of Red It is a poetic reflection on the traumas that divide a society and the emotional as well as political complexities in addressing and thus healing them.

Toko Buku Online BukuKita. COM - Komunitas Buku Indonesia ; Baru belanja sekali tapi memuaskan, buku pesanan saya ada semua, koleksi saya jadi lengkap deh.

Cuma nunggu 3 hari dari order barang sudah sampai. Clearing them fixes certain problems, like loading or formatting issues on sites. List of feminist literature - Wikipedia ; This is an incomplete list, which may never be able to satisfy certain standards for completeness.

Revisions and additions are welcome. Thank you very much. Great thanks in advance!

Related articles:


Copyright © 2019 saicumspecsacont.tk.